Postingan

Menampilkan postingan dari Desember, 2020

TRAGEDI EMPAT HARI

~~TRAGEDI EMPAT HARI~~ By Lilis Ratu Untuk almarhum Randy Akul Perlahan semua telah berubah  Waktu ke waktu telah hilang di makan gelap dunia Waktu mengantarmu beristirahat ke tempat yang lebih tenang Melepas segala beban dunia Diiringi tangis para kenalan Berbondong-bondong menepis pilu Kau pergi meninggalkan dunia ini Kami yang kembali beban Terasa waktu singkat untuk bercanda kembali seperti sedia kala Teringat senyum dan tawa yang pernah bersinar Berdamailah di sana Tempat yang mungkin kau janjikan Beristirahatlah dengan tenang Luka yang kau pendam perlahan lenyap Terbaring lemah pucat pasi tak bernyawa Itu yang terjadi Kini kau pergi untuk selamanya Nb: saya tidak kenal  ite kae Randy Akull , yang saya tahu kae pernah chat saya di FB minta Copas Puisi saya tentang kritik DPR. Hari ini saya buat puisi untuk ite. Selamat jalan kae๐Ÿ™ Tenang di alam sana๐Ÿ™ 7 NOVEMBER 2020

SAPU TANGAN SANG GADIS

~~SAPU TANGAN SANG GADIS~~ By Lilis Ratu Selama kita bersama Selama itu kita membawa luka yang sama  Menantang apa saja perihal ketiadaan pihak yang katanya pemersatu  Gadis itu membawa sapu tangan berdarah  Di hantam belasan kali  Darah mengalir bak air pancuran  Tetap pada pendirian  Demi keadilan katanya  Membantah pangalihan isu marak dipersoalkan  Apakah harus ada bukti? Banyak bicara demi menebar nama  Namun sang gadis tetap diam  Hanya sapu tangan itu terus melilit di kepalanya  Apa boleh buat bukti mengarah kepadanya  Ini soal waktu lagi? Tabe๐Ÿ˜‡๐Ÿ™✍️

SEBATAS LALU LALANG

~~~Sebatas lalu-lalang ~~ By Lilis Ratu Dua anak kecil menghampiriku  Berdiri di depan dengan muka penuh kotoran  "Dua ribu saja?" katanya  "Ia sudah cukup"  "Dia berdasi" bisik adiknya  Tak sempat ada kata yang aku ucapkan  Anak-anak pindah ke tempat lain Tabe๐Ÿ˜‡✍️๐Ÿ™

JIWA MUDA

~~~~~Jiwa Muda~~~~ By Lilis Ratu Tidurlah perjuanganmu terlalu berat Itu untuk apa Anak muda tidak peduli Mereka lebih memperjuangkan pengikut di media sosial Jangan lupa Besok masih ada waktu untuk berjuang Cukup tahu diri saja Jiwa boleh tua perjuangan tetap muda "kalau bukan kita siapa lagi" kata nenek dan kakek itu #haripahlawan

Sudahi Saja

_____Sudahi Saja__ By Lilis Ratu Perlahan tangan itu kembali digenggam erat Menancap luka setelah sekian lamanya Masih ada penyesalan dibalik seribu tusukan panah Sandiwara pun dimulai Permainan yang mulus Tak tuai kontroversi Tuai persepsi Satir semata #imajinasiliar Tabe๐Ÿ˜‡๐Ÿ™

UNTUKMU

_____UNTUKMU____ By Lilis Ratu Untukmu Ada sejuta bahagia tersirat di raut wajahmu Berandai saja kau paham tentang rasamu sendiri Menatap setiap jejak langkah kakimu Untukmu Cukup bahagia dengan diri sendiri Walau kadang benteng besar menghadang mimpimu Cukup tahu bahwa kau bisa Untukmu Salam bahagia penuh sukaria Menyambut hidup penuh lika-liku Lalu pergi pulang satu tujuan #DESEMBER

JARUM JAM BERDETAK

____JARUM JAM BERDETAK___ By Lilis Ratu Jarum jam berdetak mengikuti irama alunan musik pengiring Berdetak tak menentu penuntun Jarak berpisah diwaktu petang Jarum jam terus berdetak Memenuhi rasa prasangka Menjelma seikat mawar hitam Air mata pun berlinang Jarum jam berdetak kencang Semua hening Kembali sepi Semua ilusi #imajinasiliar #mampir

MANTEL MERAH IBU

           MANTEL MERAH IBU    Ragamu kuat sekali ibu Menopang belasan anak duduk di bangku sekolah  Agar dapat dipandang orang lain Bajumu kusut termakan usia lanjut yang kian bertambah  Mantel merah ibu jadi saksi kami dilahirkan  Rahimmu sekuat itu ibu  Kami selalu kau manja dengan dongeng petinggi negeri  Kisah maling sendal makan garam  Bahumu menjadi tempat tidur ternyaman bagi kami  Mencoba berdamai pada situasi sesaat terasa melelahkan  Ternyata kau begitu kuat  Menuntun segala sikap hati yang tak pantas menjadi selayaknya  Dunia begitu kejam ibu  Apa ibu tidak bisa berhenti disini? Kami sudah menjadi orang  Setidaknya tangan tua itu yang berkorban  Sekarang gantian ibu kisah kita sama-sam terlukis di tempat ini

PANGGUNG PENUH SAMPAH

PANGGUNG PENUH SAMPAH _______________________________ By Lilis Ratu Panggung megah kembali ditata dengan rapi  Tak lupa karpet merah menyambut petinggi negeri  Suara yel-yel kembali dinyanyikan masing-masing pendukung  Pidato kehormatanpun tak lupa sematkan janji-janji mulia  Sorak-sorai para pendukung memenuhi panggung itu  Atraksi para petinggi sungguh menarik  Apatis pada situasi sosial yang kian memburuk  Intinya kami menciptakan keramaian dulu Cukup pilih kami hidupmu terjamin Tak ada lagi jalan bebatuan Tak ada lagi kekurangan air minum Itu janji-janjinya  "Kami tahu kalian akan memilih orang yang butuh perubahan, maka itu pilihlah aku"  Kembali pendukungnya teriak  "Kita butuh kamu"  Sorak sorai tanpa beban  Pemulung sampah melirik memungut sampah dari mulut petinggi itu  Sampah layaknya buang pada tempatnya  Timbang dengan harga murah tak cukup makan bagi pemulung  Pejalan kaki menendang spanduk penuh cor...